BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saat ini, jumlah penduduk tiap tahunnya semakin
meningkat sehingga kebutuhan akan barang juga semakin meningkat. Karena
meningkatnya permintaan konsumen sehingga memberi dampak bagi lingkungan
berupa sampah yang tidak dapat digunakan lagi. Dampak tersebut pun
ditimbulkan akibat aktivitas manusia sendiri yang akan menimbulkan
banyak permasalahan dilingkungan ini. Seperti sampah atau limbah rumah
tangga, limbah pabrik dan limbah cair, B3, dll.
Dari permasalahan-permasalahan yang telah
ditimbulkan akibat sampah, maka kami tertarik untuk menggunakan CD bekas
menjadi barang yang serba guna lagi. Seperti yang kita kenal, CD
merupakan sampah plastic yang sulit terurai. Oleh karena itu agar
mengurangi sampah dilingkungan sekitar utamanya yang sulit terurai
seperti CD.
Kami
mengambil judul ini karrena kami melihat banyak CD rusak atau tidak
dapat digunakan lagi, maka timbul inspirasi untuk memanfaatkan CD bekas
tersebut menjadi barang yang berguna.
Dari sumber-sumber yang kami peroleh banyak
karya-karya yang terbuat dari CD bekas. Misalnya, CD wallpaper, CD
kursi, CD jam, CD pohon natal, CD dumbel, CD chandeliers, CD penahan
botol, CD hiasan dinding dan CD lampu. Namun kami sangat tertarik untuk
membuat karya CD lampu karena menurut kami CD lampu manfaatnya lebih
banyak dibandingkan karya-karya lain. Selain itu CD yang kami kumpulkan
jumlahnya terbatas.
Pembuatan
CD lampu ini sudah pernah dibuat oleh orang lain sebelumnya, tapi
disini kami mencoba untuk membuat karya ini dengan mengganti beberapa
bahan sehingga terlihat berbeda dari karya sebelumnya. Untuk itulah
kelompok kami melakukan penelitian dengan judul Pemanfaatan CD bekas
menjadi lampu meja.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah :
a. Apakah CD bekas dapat dimanfaatkan
menjadi lampu meja?
b. Bagaimana proses pembuatan lampu
meja dari CD bekas?
c. Apakah lampu meja tersebut
bermanfaat?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan
kami melakukan penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui pemanfaatan CD
bekas menjadi lampu meja
b. Untuk mengetahui proses pembuatan
lampu meja dari CD bekas
c. Untuk mengetahui manfaat lampu meja
tersebut dari CD bekas
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Lingkungan
Mengurangi sampah dilingkungan sekitar utamanya yang
sulit terurai seperti CD bekas ( plastik ).
2. Bagi Sekolah
Siswa dapat mengadakan suatu penelitian
3. Bagi Penulis
Melatih kemampuan meneliti dan membuat karya ilmiah
serta dapat mengembangkan ide bagi penulis.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A. TINJAUAN TEORI
1. Penduduk
Pengertian Penduduk
Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang
terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu
sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalam sosiologi, penduduk
adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang
tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi
dua:
N Orang yang tinggal di daerah
tersebut
N Orang
yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.
Dengan
kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ.
Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas
area dimana mereka tinggal.
Pengertian Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke
tempat yang lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi
internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas
suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan
perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara
saja.
Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa atau daerah ke kota.
Urbanisasi terjadi karena adanya anggapan bahwa kota adalah tempat untuk
merubah nasib, tempat untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan
tempat untuk mencari kesenangan. Urbanisasi merupakan salah satu
indikator dari tingkat kemajuan ekonomi suatu negara atau wilayah.
Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan
menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Ada
beberapa hal yang menyebabkan terjadinya urbanisasi di Indonesia,
diantaranya :
N Faktor Penarik Terjadinya
Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang modern dan
mewah
2. Sarana dan prasarana kota yang
lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di
kota
4. Di kota banyak gadis cantik dan
laki-laki ganteng
5. Pengaruh buruk sinetron
Indonesia
6. Pendidikan sekolah dan perguruan
tinggi jauh lebih baik dan
berkualitas
N Faktor Pendorong Terjadinya
Urbanisasi
1. Lahan pertanian yang semakin
sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya
tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak
lapangan pekerjaan di desa
4.
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5.
Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi
orang kaya
6. Pertambahan Penduduk di
Indonesia
Penduduk dunia saat ini telah
mencapai lebih dari 6 miliar, dimana di antara jumlah tersebut, 80
persen tinggal di negara-negara berkembang. Sementara itu, United
Nations (2001) memproyeksikan bahwa penduduk perkotaan di negara-negara
berkembang terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 2,4 persen per
tahun. Angka ini merupakan dua kali lipat angka pertumbuhan penduduk
total negaranegara berkembang pada umumnya, yakni sekitar 1,2 persen.
Meski penduduk perkotaan di negara-negara maju juga meningkat dengan
angka pertumbuhan yang lebih besar daripada angka pertumbuhan penduduk
totalnya, dan juga angka urbanisasinya jauh lebih besar daripada
negara-negara berkembang, pertumbuhan perkotaan di negaranegara
berkembang tetap lebih cepat disertai dengan meningkatnya penduduk
perkotaan secara absolut.
Sensus
Penduduk 2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk perkotaan di Indonesia
telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, dengan laju kenaikan sebesar
4,40 persen per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira
hampir 42 persen dari total jumlah penduduk. Mengikuti kecenderungan
tersebut, dewasa ini (2005) diperkirakan bahwa jumlah penduduk perkotaan
telah melampaui 100 juta jiwa, dan kini hampir setengah jumlah penduduk
Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Hal ini tentu saja berdampak
sangat luas pada upaya perencanaan dan pengelolaan pembangunan wilayah
perkotaan. Meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan
dapat berarti bahwa penduduk berbondong-bondong pindah dari perdesaan ke
perkotaan, atau dengan kata lain penduduk melakukan urbanisasi. Secara
demografis sumber pertumbuhan penduduk perkotaan adalah pertambahan
penduduk alamiah, yaitu jumlah orang yang lahir dikurangi jumlah yang
meninggal; migrasi penduduk khususnya dari wilayah perdesaan (rural) ke
wilayah perkotaan (urban); serta reklasifikasi, yaitu perubahan status
suatu desa (lokalitas), dari lokalitas rural menjadi lokalitas urban,
sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Sensus oleh Badan Pusat
Statistik. Pertambahan penduduk alamiah berkontribusi sekitar sepertiga
bagian sedangkan migrasi dan reklasifikasi memberikan andil dua per tiga
kepada kenaikan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia, dalam kurun
1990-1995. Dengan kata lain migrasi sesungguhnya masih merupakan faktor
utama dalam penduduk perkotaan di Indonesia.
Kegiatan industri dan jasa di kota-kota tersebut
yang semakin berorientasi pada perekonomian global, telah mendorong
perkembangan fisik dan sosial ekonomi kota, namun semakin memperlemah
keterkaitannya (linkages) dengan ekonomi lokal, khususnya ekonomi
perdesaan. Dampak yang paling nyata hanyalah meningkatnya permintaan
tenaga kerja, yang pada gilirannya sangat memacu laju pergerakan
penduduk dari desa ke kota.
Pengelolaan sampah
merupakan permasalahan sosial yang tidak dapat dihindari, terutama
akibat jumlah penduduk yang kian meningkat. Pada area studi Permukiman
Penduduk Desa Sumbergedang belum terdapat pengelolaan sampah di sumber.
Hal tersebut terbukti dengan kondisi sungai yang dipenuhi oleh sampah
hasil pembuangan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan
sampah di sumber, yang meliputi sistem pewadahan dan pengumpulan sampah.
Untuk menentukan sistem pewadahan dan pengumpulan sampah yang tepat,
dilakukan pengamatan dan analisa terhadap sistem pewadahan dan
pengumpulan eksisting, serta analisa terhadap timbulan dan komposisi
sampahnya. Timbulan dan komposisi sampah didapat dengan melakukan
sampling kepada 100 rumah sebanyak empat kali perulangan. Dari hasil
analisa timbulan sampah didapatkan prosentase sampah basah sebesar
76,86%, dan sampah kering sebesar 23,14%. Desain wadah sampah dan alat
pengumpul sampah menggunakan sistem pemilahan antara sampah basah dan
sampah kering.
a. Masalah Kependudukan dalam
Pembangunan
1) Pertambahan Penduduk
Pertambahan penduduk adalah masalah
yang dapat mempengaruhi jumlah produksi limbah di lingkungan.
Pertamabahan penduduk yang begitu cepat disebabkan oleh angka kelahiran
yang tinggi dan menurunnya angka kematian secara drastis.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi telah dapat menghasilkan alat-alat kedokteran dan obat-obatan
serta peningkatan sanitasi air dan lingkungan dalam waktu yang sangat
singkat telah berhasil menurunkan angka kematian dengan menyolok. Di
seluruh dunia usaha penurunan angka kematian lebih berhasil disbanding
usaha penurunan angka kelahiran.
Di negara-negara yang sedang
berkembang seperti di Indonesia dan sebagian negara di Benua Asia,
proses penurunan angka kematian tidak diikuti oleh proses penurunan
angka kelahiran. Hampir semua negara yang sedang berkembang mengalami
hal yang sama. Pertamabahan penduduk yang disebabkan jumlah kelahiran
dikurangi jumlah kematian ini disebabkan pertambahan penduduk secara
alami.
2) Akibat Pertambahan Penduduk
a) Konsep tentang Kesejahteraan Hidup
Konsep tentang kesejahteraan hidup
mengandung segala perluasan dan pendalaman dari kempuan-kemampuan
manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat yang
mereka bentuk dengan tujuan memperoleh kemudahan dan kebahagiaan dalam
hidupnya sehari-hari. Sejarah kebudayaan manusia telah menunjukkan
betapa besar kemampuan manusia tersebut. Pikiran, akal dan rasa telah
berhasil memberikan kemudahan dan kebahagiaan dalam hidupnya dengan
pengembangan ilmu dan dapat dikuasai bagi kepentingannya. Untuk dapat
meningkatkan kesejahteraan hidup manusia dalam arti meningkatkan mutu
kehidupannya segi material dan spiritual, diperlukan berbagai kebutuhan
pokok, seperti pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, lingkungan yang
baik, lapangan kerja, perumahan dan rasa aman dan tentram. Dalam usaha
mengetahui akibat pertumbuhan penduduk terhadap kesejahteraan hidup
manusia, perlu dilihat hubungan yang ada antara pertambahan penduduk
tersebut dengan tersedianya kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan bagi
kesejahteraan hidupnya.
Memang tidak ada asumsi bahwa
kesejahteraan dalam arti pemenuhan kebutuhan materi dan fisik kehidupan
akan menjamin adanya ketentraman dan ketenangan individu atau harmoni
yang baik dalam kehidupan bermasyarakatnya. Namun segi-segi materi dan
fisik seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan
kerja dan sebagainya menentukan kondisi eksternal yang merupakan
persyaratan pokok bagi kemudahan dan kenikmatan hidup manusia. Tanpa
adanya pemenuhan persyaratan tersebut kemampuan manusia sebagai individu
dan kelompok akan mendapat halangan yang sangat besar. Dan segi-segi
kehidupan tersebut merupakan aspirasi-aspirasi dasar dari bangsa yang
sedang membangun. Penyediaan kebutuhan kehidupan material dan fisik
tersebut sangat dipengaruhi oleh pertambahan penduduk, dan demikian pula
sebaliknya.
b) Akibat Pertambahan Penduduk
terhadap Kebutuhannya
Pertamabahan penduduk di Indonesia
sebesar kira-kira 25 juta orang dari tahun 1970-1980 mengharuskan
pemerintah Indonesia menyediakan segala kebutuhan hidupnya di bidang
pangan, sandang, perumahan, pelayanan kesehatan dan pendidikan,
penyediaan lapangan kerja, rekreasi dan lain sebagainya. Beban yang
dipikul oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidup
bagi semua penduduk sungguh berat.
Pertumbuhan penduduk yang terus
menerus terjadi tanpa diimbangi oleh pertambahan produksi dan
fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk hidup dan akan menimbulkan
tekanan penduduk, yang absolut dan relatif.
Perwujudan tekanan penduduk yang
absolut ialah tidak cukupnya pangan, sandang, rumah, sekolah, pelayanan
kesehatan, penyediaan lapangan kerja, merajalelanya tuna wisma, suburnya
tuna susila, minimnya jaminan social bagi warga negara yang tidak mampu
bekerja lagi. Tekanan penduduk yang relatif berwujud sebagai korupsi,
penyelundupan, pencurian, penipuan, penyuapan, karena sukarnya mendapat
barang-barang keperluan hidup.
Dalam bukunya tentang “Population,
Resources, Envirounment, Issues in Human Ecology,” Paul R. Ehrlich
(1972) mengemukakan bahwa:
Akibat dari kekurangan bahan makanan adalah bencana
yang ditimbulkan oleh kelaparan dan malnutrisi. Puluhan orang telah
menderita karena kekurangan gizi ini. Anak yang menderita malnutrisi,
bukan hanya pertumbuhan otaknya yang terganggu. Pada tiga tahun pertama,
pertumbuhan anak akan terganggu.
Pada tahun pertamanya tersebut,
tubuh anak akan tumbuh 20% dari besar badan pada usia dewasanya, tetapi
dalam waktu yang sama 80% dari otak pada usia dewasanya akan sudah
terbentuk. Pertumbuhan otak yang cepat ini hanya mungkin jika tersedia
bahan protein yang tinggi dalam tubuh tadi. Protein ini didapatkan
kebanyakan dari telur, susu, daging, dan ikan. Jika protein ini kurang
atau tidak ada maka pertumbuhan otak akan terganggu. Dan kekurangan ini
tidak mungkin diperbaiki sesudahnya. Bahkan juga bentuk kepala akan
lebih kecil, tetapi sering rongga kepala tidak dipenuhi oleh otak.
Penelitian-penelitian di Amerika
Tengah dan Amerika Selatan telah membuktikan adanya korelasi antara
tingkat nutrisi anak dengan kemajuan pertumbuhan jasmani dan pertumbuhan
mentalnya. Dari Juni 1997 sampai 1998 Indonesia diterjang oleh krisis
moneter dan ekonomi yang parah. Merosotnya nilai rupiah sampai 80%
persen terhadap dolar Amerika telah mengakibatkan harga-harga pokok
membumbung tinggi hingga tidak terjangkau oleh daya beli rakyat.
Akibatnya terjadi kekurangan gizi yang menimpa jutaan anak balita.
Untuk memproyeksikan akibat-akibat
pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap kondisi kehidupan penduduk
tersebut telah dilaksanakan satu penelitianyang sangat unik oleh
sekelompok pemuka dunia, yang terdiri dari kira-kira 85 orang dari 35
kebangsaan.kelompok ini dikenal sebagai kelompok Roma (Club of Roma).
Kemajuan dalam pembangunan tidak
dapat dilepaskan dari masalah kependudukan, sebab sekalipun hasil
produksi secara keseluruhan bertambah mungkin penduduk secara menyeluruh
tidak akan merasakannya jika tingkat perkembangan penduduk setaraf
dengan tingkat perkembangan hasil produksi. Jika dalam keadaan demikian,
terjadilah pembagian hasil yang tidak merata sehingga timbul kemunduran
tingkat hidup pada lapisan masyarakat tertentu dan kenaikan pada yang
lain.
Pembangunan
selalu merupakan proses yang panjang. Pertumbuhan penduduk yang cepat
akan meniadakan sebagian besar hasil jerih payah pembangunan. Untuk
mengimbangi pertumbuhan penduduk yang cepat diperlukan pula pertumbuhan
ekonomi yang cepat untuk mempertahankan keadaan semula. Pertumbuhan dan
perubahan struktur dan mental perekonomian malahan harus lebih cepat
daripada pertumbuhan penduduk, apalagi kalau diperhitungkan jenis dan
kuantitas kebutuhan generasi yang akan datang.
3) Teori-Teori tentang Pertambahan
Penduduk
a) Teori Kependudukan
Thomas Robert Malthus (1964)
berpendirian bahwa:
Sebab utama timbulnya kemiskinan dan tingkat hidup
yang rendah, bukan semata karena organisasi kemasyarakatan, akan tetapi
juga oleh ketidakselarasan yang selalu ada dan di mana-mana akan ada
antara jumlah penduduk dan sandang pangan yang tersedia.
Pendapat itu dibuat berdasarkan dua
alasan utama. Alasan tersebut antara lain sebagai berikut.
1) Manusia selalu memerlukan sandang pangan untuk
hidupnya.
2) Nafsu seksual antara dua jenis
kelamin akan selalu ada dan tidak akan berubah sifatnya.
b) Teori Fisiologi atau Alam
Teori yang menentang pendapat
Malthus yang menganggap daya reproduksi manusia merupakan suatu yang
tidak akan mengalami perubahan. Tokoh teori fisiologis adalah Sadler,
DoubLEDey, Spencer, Carrey, dan dalam abad ke XX ialah Pearl dan Gini
(N. Iskandar, 1978).
Sadler mengemukakan pendapatnya
bahwa:
Adanya
hubungan kebalikan antar daya reproduksi manusia dan jumlah penduduk.
Jika jumlah penduduk bertambah, daya reproduksi manusia akan berkurang,
sedang jika jumlah penduduk berkurang justru daya reproduksi manusia
akan bertamabah.
Selain itu DoubLEDey mengemukakan
bahwa:
Kenaikan kemakmuran akan
mengakibatkan turunnya daya reproduksi manusia. Bahaya kelaparan atau
bahaya kekurangan makan yang menyebabkan banyaknya kematian akan
menimbulkan reaksi manusia untuk bereproduksi anak yang lebih besar.
Sedangkan Spencer mengemukakan
bahwa:
Makin maju manusia mengembangkan
dirinya makin banyak energi yang diperlukan untuk kemajuan itu dan makin
kurang energy yang tersedia bagi daya reproduksinya.
c) Teori Sosial Ekonomi
Teori ini berusaha untuk
menerangkan bagaiman keadaan kemasyarakatan mempengaruhi produksi pangan
dan perkembangan penduduk. Tokoh dari teori ini adalah Nassau William
Senior, Archibad Allison, Arsene Dumont dengan teorinya mengenai
“kapilaritas social,” yakni suatu hasrat manusia untuk memperbaiki
kedudukan social-ekonominya, dan hasrat itu bersifat turun temurun.
d) Teori Transisi Demografi
Teori ini menghubungkan
perubahan-perubahan pada jumlah penduduk dengan perkembangan
social-ekonomi masyarakat. Jika suatu masyarakat berubah dari suatu
masyarakat yang mata pencahariannya di bidang pertanian ke suatu
masyarakat yang mengutamakan industrialisasi, maka jumlah serta
sifat-sifat penduduknya akan turut berubah pula.
Teori-teori di atas mencoba
menjelaskan hubungan antara pertamabahan penduduk dengan peningkatan
mutu kehidupan manusia serta masalah kepadatan penduduk yang timbul
karena kurang adanya keseimbangan antara jumlah penduduk dan
1. Pengertian Sampah
Sampah merupakan material sisa yang
tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan
konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang
ada hanya produk-produk yang tidak bergerak. Sampah dapat berada pada
setiap fase materi, yakni : padat, cair atau gas. Ketika dilepaskan
dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat
dikatakan sebagai emisi.
Emisi biasa dikaitkan dengan
polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar dating dari
aktivitas industry ( dikenal juga dengan sebutan limbah ), misalnya
pertambangan, manufaktur dan konsumsi. Hampir semua produk industry akan
menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira
mirip dengan jumlah konsumsi.
2. ciri-ciri
Sampah
Adapun
ciri-ciri sampah antara lain :
N dedaunan pohon gugur seperti kulit
pisang dan buah-buahan yang busuk
N kotoran hewan seperti kotoran ayam,
kotoran kambing, sapid an lain-lain.
3. Dampak
Negatif Dari Sampah Bagi Masyarakat
Dampak negative dari sampah
sangatlah besar dan merugikan banyak masyarakat, apabila masyarakat
membuang sampah sembarangan seperti disungai, dapat mengakibatkan sumber
penyakit.
4. Cara
Menaggulanginya
Cara
menanggulangi sampah ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh
masyarakat, antara lain :
1. Masyarakat seharusnya tidak
membuang sampah kesungai karena dapat mengakibatkan banjir dan tidak
membuang sampah dilingkungan sekitarnya. karena dapat mengakibatkan
sumber penyakit. jika perlu masyarakat dapat memanfaatkan sampah atau
barang yang tidak diperlukan lagi menjadi barang yang lebih berguna.
2. Sampah organic dijadikan pupuk,
sedangkan sampah non organic di daur ulang.
2. Sampah Elektronik
Sampah elektronik adalah kumpulan
barang-barang elektronik yang sudah rusak atau tidak dipakai lagi oleh
pemiliknya. Sampah elektronik di Negara berkembang mengalami peningkatan
yang dipicu oleh penjualan produk elektronik yang sangat murah. Dalam
setahunnya tingkat kemampuan daur ulang sampah elektronik tergolong
lambat di bandingkan dengan tingkat penambahan sampah elektronik itu
sendiri. Semakin lama sampah elektronik semakin menumpuk, sehingga
dimensi ruang pembuangan sampah elektronik akan semakin besar dan akan
banyak menimbulkan bahaya bagi kehidupan.
Perubahan umur dan kemajuan teknologi
bidang elektronik memegang kontribusi yang cukup kuat dalam peningkatan
volume sampah elektronik yang dibuang. Pada kurun waktu 1997 sampai 2005
saja, rata rata jangka umur komputer di negara negara maju turun dari 6
tahun menjadi kurang dari 1 tahun. Sedangkan untuk penggunaan ponsel,
rata rata hanya dua tahun. Hal ini menyebabkan sebanyak 2 50 ton sampah
elektronik dihasilkan setiap tahunya dan memberikan masukan sebanyak 5
persen dari total limbah padat yang dihasilkan perkotaan di seluruh
dunia.
Pada awalnya, penanganan limbah elektronik ini sudah diberlakukan
dengan baik seperti dengan cara mendaur ulang. Namun karena laju volume
limbah yang tidak sebanding dengan kapasitas daur ulang, maka mulailah
limbah elektronik ini di ekspor ke negara negara berkembang dengan dalih
alih teknologi. Mereka melimpahkan permasalahan ini pada kawasan yang
mempunyai celah terhadap pengawasan dan pengelolaan lingkungan yang
lemah. Disamping itu, biaya untuk mengekspor limbah elektronik yang
lebih murah dibandingkan dengan biaya daur ulang, mendorong laju
peningkatan ekspor limbah elektronik secara berkala. Hal ini didukung
dengan adannya permintaan akan elektronik bekas dari negara negara di
Asia dan Afrika. Karena secara ekonomis, limbah elektronik ini masih
memberikan manfaat lebih. Namun, pada akhirnya, ketika manfaat dan nilai
dari limbah elektronik yang di ekspor ini sudah berakhir, maka akan
menjadi tumpukan sampah yang sudah tidak berguna lagi dan berpotensi
menimbulkan permasalahan baru pada lingkungan akhir limbah ini dibuang,
dari polusi racun yang ditimbulkanya. Hal ini akan menimbulkan
permasalahan baru di area negara yang mengimpor limbah elektronik
tersebut. Dengan kata lain, limbah elektronik tersebut hanya berpindah
tempat sementara di tempat yang baru.
N Bahaya
sampah elektronik
Jika sampah organik hanya perlu dibuang dan ditimbun karena mudah lapuk
dan bisa diuraikan senyawanya oleh bakteri maka lain halnya dengan
sampah non-organik sampah tersebut ditangani mulai dari tempat
penampungan sementara hingga ke tempat pembuangan sampah non-organik
berupa plastik, besi, kaca, dan beberapa material didaur ulang oleh
industri kecil. Sementara itu sampah elektronik berupa trafo, bohlam,
radio, TV, telepon, dan komponen pendukung lainnya, belum ada yang
menangani secara sistematis dari waktu ke waktu. Sampah yang mengandung
bahan berbahaya dan beracun bifenil yang bersifat karsinogenik itu terus
menumpuk, hingga berpotensi menggunung dan membahayakan bagi kesehatan
manusia. Sampah elektronik mengandung sekitar 1.000 material, sebagian
besar dikategorikan sebagai bahan beracun dan berbahaya (B3) karena
merupakan unsur berbahaya dan beracun seperti logam berat (merkuri,
timbal, kromiun, kadmium, arsenik, dan sebagainya.), PVC, dan brominated
flame-retardants. Selain itu keberadaan sampah elektronik juga dapat
menurunkan IQ, karena ketika dibakar, sampah yang mengandung logam berat
ini menimbulkan polusi udara (pencemaran timbal) yang sangat berbahaya.
Timbal adalah neurotoksin (racun penyerang saraf) yang bersifat
akumulatif dan merusak pertumbuhan otak. Penyerapan timbal ke dalam
darah manusia terutama melalui saluran pencernaan dan saluran napas.
Sejak lama timbal dituding sebagai penyebab turunnya angka Intellectual
Quotient
Dari sebuah riset yang dilakukan staf pengajar dan peneliti jurusan
Teknik Lingkungan ITB Bandung menunjukkan, adanya hubungan invers
(terbalik) kandungan timbal terhadap angka IQ, semakin tinggi kadar
timbal dalam darah, semakin rendah poin IQ-nya.Sedangankan penelitian
yang dilakukan oleh Muhamad Khidri Alwi, peneliti dari Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Makasar menyebutkan, setiap
kenaikan kadar timbal 10 mkgr/dl dalam darah, memicu penurunan IQ
sebesar 2,5 poin. Penurunan ini sudah dimulai ketika kadar timbal di
atas ambang batas 10 mkgr/dl.Sementara dalam jurnal Enviromental Health
Perpective, memuat penelitan yang dilakukan oleh Bruce P Lanphear, yang
memperlihatkan, bahwa IQ seorang anak malah mulai menurun saat kandungan
timbal dalam darah berkisar 2,4 ± 10 mkgr/dl. Secara pasti Lanphear
mengatakan, saat akumulasi timbal menipis kisaran 10 ± 20 mkgr/dl dan 20
± 30 mkgr/dl, maka penurunan IQ yang terjadi adalah 1,9 dan 1,1.
Maksimal penurunan poin IQ dalam riset adalah 3,9.
Jika sampah ini dibuang akan
menghasilkan lindi (cairan yang berasal dari dekomposisi sampah dan
infiltrasi air eksternal dari hujan). Cairan yang sangat konduktif ini
masuk ke dalam tanah dan menyebabkan pencemaran air tanah.
Zaman sekarang sudah tidak asing
lagi sampah-sampah dari barang-barang elektronik. dari zaman ke zaman
pasti selalu ada barang yang sudah using dan jadul. Dari situ timbul zat
B3 ( Bahan Beracun dan Berbahaya ). seperti yang kita tahu B3( Bahan
Beracun dan Berbahaya ) adalah zat beracun bagi manusia. Salah satu
contoh sampah elektronik yaitu, CD ROM.
CD-ROM
(singkatan dari Compact Disc - Read Only Memory).CD ROM adalah sebuah piringan kompak dari jenis piringan optik (optical disc) yang dapat
menyimpan data. Ukuran data yang dapat disimpan saat ini bisa mencapai
700MB atau 700 juta bita.
CD-ROM bersifat read only (hanya dapat dibaca, dan
tidak dapat ditulisi). Untuk dapat membaca isi CD-ROM, alat utama yang
diperlukan adalah CD Drive. Perkembangan CD-ROM terkini
memungkinkan CD dapat ditulisi berulang kali (Re Write / RW) yang lebih
dikenal dengan nama CD-RW.
B. KERANGKA PIKIR
1. Kerangka Pikir Penulis
Rokok adalah tembakau mengandung racun nikotin keras, untungnya nikotin hanya lenyap pada tembakau terbakar urap saraf dapat menimbulkan ketagihan. TIR merupakan zat yang mengandung dalam tembakau yang dapat menimbulkan penyakit kanker paru – paru.
Kesehatan dalam keadaan badan segar tak terasa apapun. Oleh sebab itu di duga ada pengaruh yang ditimbulkan rokok terhadap tingkat kesehatan siswa.
Kesehatan merupakan faktor utama penunjang kebugaran tubuh seorang namun karena adanya rokok mengakibatkan kondisi tubuh melemah.
Rokok adalah tembakau mengandung racun nikotin keras, untungnya nikotin hanya lenyap pada tembakau terbakar urap saraf dapat menimbulkan ketagihan. TIR merupakan zat yang mengandung dalam tembakau yang dapat menimbulkan penyakit kanker paru – paru.
Kesehatan dalam keadaan badan segar tak terasa apapun. Oleh sebab itu di duga ada pengaruh yang ditimbulkan rokok terhadap tingkat kesehatan siswa.
Kesehatan merupakan faktor utama penunjang kebugaran tubuh seorang namun karena adanya rokok mengakibatkan kondisi tubuh melemah.
BAB
III
METODE PENELITIAN
METODE PENELITIAN
A.
MATERI PENELITIAN
Materi
penelitian adalah sampel berupa CD bekas.
ALAT DAN BAHAN
N CD Bekas : sebagai kerangka dari lampu meja.
N Frame : sebagai kerangka dari lampu meja.
N Kabel : untuk mengalirkan arus listrik.
N Lampu : untuk penerangan.
N Selotip : untuk menempelkan CD yang satu dengan
yang lain.
N Lem : menempelkan kaset yang telah dipotong.
N Alat tulis : untuk mencatat materi penelitian.
N Fitting : sebagai dudukan lampu dan sebagai
perantara untuk menyalakan lampu
N Gabus : untuk dudukan kerangka dan lampu.
N Colokan
: sebagai alat perantara untuk mengalirkan arus listrik dari sumber.
B.
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif. Deskriptif adalah salah satu metode
penelitian dengan cara observasi dan memberikan fakta secara actual dan
kontekstual melalui internet. Data yang diperoleh hanya berlaku bagi
tempat, waktu, dan kondisi penelitian.
C. METODE PENGAMBILAN SAMPEL
Sampah
merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses
alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak
bergerak.Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau
gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama
gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi.
Pengertian Sampah Organik Dan
Anorganik :
Sampah Organik, yaitu sampah yang
mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan
sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos;
Sampah
Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik
wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas
minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah
komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya.
Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah
pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan
kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton;
CD
BEKAS merupakan sampah anorganik, karena CD BEKAS tidak dapat diurai
kembali namun dapat didaur ulang.
D.TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
Teknik
pengumpulan datanya adalah :
N Mengumpulkan
materi penelitian beberapa bulan yang lalu
N Mengumpulkan
alat dan bahan
N Melakukan
pecobaan di rumah salah satu anggota kelompok
E. POPULASI DAN SAMPEL
Populasi
dalam penelitian ini adalah sampah organic. Sampah organic merupakan
sampah yang tidak dapat terurai namun dapat didaur ulang kembali.
Sampel
dalam penelitian ini adalah CD bekas.
F. WAKTU DAN LOKASI PENELITIAN
N Waktu
penelitian dilakukan pada tanggal 15 oktober sampai tanggal 30 oktober.
N Lokasi
penelitian di lakukan di rumah Nur Rahmah Surya Ningsih, Jl. AMD Borong
Jambu.
BAB
IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.PENELITIAN
1. Kondisi Awal
Saat ini, jumlah penduduk tiap
tahunnya semakin meningkat sehingga kebutuhan akan barang juga semakin
meningkat. Karena meningkatnya permintaan konsumen sehingga memberi
dampak bagi lingkungan berupa sampah yang tidak dapat digunakan lagi.
Dampak tersebut pun ditimbulkan akibat aktivitas manusia sendiri yang
akan menimbulkan banyak permasalahan dilingkungan ini. Seperti sampah
atau limbah rumah tangga, limbah pabrik dan limbah cair, B3, dll.
Dari permasalahan-permasalahan yang
telah ditimbulkan akibat sampah, maka kami tertarik untuk menggunakan
CD bekas menjadi barang yang serba guna lagi. Seperti yang kita kenal,
CD merupakan sampah plastic yang sulit terurai. Oleh karena itu agar
mengurangi sampah dilingkungan sekitar utamanya yang sulit terurai
seperti CD.
Kami mengambil judul ini karrena
kami melihat banyak CD rusak atau tidak dapat digunakan lagi, maka
timbul inspirasi untuk memanfaatkan CD bekas tersebut menjadi barang
yang berguna.
Dari sumber-sumber yang kami
peroleh banyak karya-karya yang terbuat dari CD bekas. Misalnya, CD
wallpaper, CD kursi, CD jam, CD pohon natal, CD dumbel, CD chandeliers,
CD penahan botol, CD hiasan dinding dan CD lampu. Namun kami sangat
tertarik untuk membuat karya CD lampu karena menurut kami CD lampu
manfaatnya lebih banyak dibandingkan karya-karya lain. Selain itu CD
yang kami kumpulkan jumlahnya terbatas.
Pembuatan CD lampu ini sudah pernah
dibuat oleh orang lain sebelumnya, tapi disini kami mencoba untuk
membuat karya ini dengan mengganti beberapa bahan sehingga terlihat
berbeda dari karya sebelumnya. Untuk itulah kelompok kami melakukan
penelitian dengan judul Pemanfaatan CD bekas menjadi lampu meja.
Berdasarkan latar belakang itulah
muncul beberapa permasalahan yang membuat kami tertarik untuk
menjawabnya. Permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Apakah CD bekas dapat dimanfaatkan
menjadi lampu meja?
b. Bagaimana proses pembuatan lampu
meja dari CD bekas?
c. Apakah lampu meja tersebut
bermanfaat?
Untuk menjawab
permasalahn-permasalahan tersebut, maka kami membuat beberapa
perencanaan kerja. Perencanaan-perencanaan tersebut yaitu mencari data
yang menunjang tentang data yang akan kami teliti, menyiapkan alat dan
bahan yang akan digunakan, dan melakukan langkah kerja.
Adapun
langkah kerja yang kami lakukan adalah sebagai berikut.
Rangka Lampu Meja
N Mengumpulkan
CD bekas
N Menyambungkan CD bekas yang satu
dengan CD bekas yang lain dengan menggunakan selotip
N Setelah disambungkan, letakkan CD diantara 2 CD yang
telah tersambung dengan menggunakan lem.
N Bentuk
rangkaian tersebut menjadi rangka lampu meja yang berbentuk segitiga
Rangkaian Lampu
N Menyiapkan
kabel, lampu, fitting dan colokan
N Merangkai
fitting, kabel dan colokan dengan memasang kabel pada colokan dan
fitting
N Memasukkan lampu kedalam fitting.
Dudukan lampu
N Menyiapkan
1 buah CD dan gabus
N Memotong
gabus sesuai dengan bentuk CD
N Tempel
gabus dengan CD
N Membuat
tempat kabel dan vitting pada gabus
N Memasang
vitting beserta kabel pada dudukan lampu
N Menggabung
rangkaian lampu, rangka lampu meja dan dudukan.
2. Hasil penelitian
Dari
hasil yang telah kami peroleh setelah melakukan langkah kerja, maka
terjawablah hipotesis yang kami telah paparkan, yaitu CD bekas dapat
dimanfaatkan sebagai lampu meja. Adapun langgkah kerja yag kami lakukan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
Rangka Lampu Meja
N Mengumpulkan
CD bekas
N Menyambungkan CD bekas yang satu
dengan CD bekas yang lain dengan menggunakan selotip
N Setelah disambungkan, letakkan CD diantara 2 CD yang
telah tersambung dengan menggunakan lem.
N Bentuk
rangkaian tersebut menjadi rangka lampu meja yang berbentuk segitiga
Rangkaian Lampu
N Menyiapkan
kabel, lampu, fitting dan colokan
N Merangkai
fitting, kabel dan colokan dengan memasang kabel pada colokan dan
fitting
N Memasukkan lampu kedalam fitting.
Dudukan lampu
N Menyiapkan
1 buah CD dan gabus
N Memotong
gabus sesuai dengan bentuk CD
N Tempel
gabus dengan CD
N Membuat
tempat kabel dan vitting pada gabus
N Memasang
vitting beserta kabel pada dudukan lampu
N Menggabung
rangkaian lampu, rangka lampu meja dan dudukan.
Manfaat dari lampu meja ini adalah membantu
mengurangi jumlah sampah dan dapat bernilai ekonomis.
Adapun hasil penelitian yang telah
kami buat dapat kami sajikan dalam bentuk foto sebagai berikut.
B. PEMBAHASAN
1. Penduduk
N Pengertian Penduduk
Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang
terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu
sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalam sosiologi, penduduk
adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang
tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi
dua:
N Orang yang tinggal di daerah
tersebut
N Orang
yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.
Dengan
kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ.
Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas
area dimana mereka tinggal.
N Pengertian Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke
tempat yang lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi
internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas
suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan
perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara
saja.
N Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa atau daerah ke kota.
Urbanisasi terjadi karena adanya anggapan bahwa kota adalah tempat untuk
merubah nasib, tempat untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan
tempat untuk mencari kesenangan. Urbanisasi merupakan salah satu
indikator dari tingkat kemajuan ekonomi suatu negara atau wilayah.
Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan
menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Ada
beberapa hal yang menyebabkan terjadinya urbanisasi di Indonesia,
diantaranya :
N Faktor Penarik Terjadinya
Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang modern dan
mewah
2. Sarana dan prasarana kota yang
lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di
kota
4. Di kota banyak gadis cantik dan
laki-laki ganteng
5. Pengaruh buruk sinetron
Indonesia
6. Pendidikan sekolah dan perguruan
tinggi jauh lebih baik dan
berkualitas
N Faktor Pendorong Terjadinya
Urbanisasi
1. Lahan pertanian yang semakin
sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya
tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak
lapangan pekerjaan di desa
4.
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5.
Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi
orang kaya
6. Pertambahan Penduduk di
Indonesia
Penduduk dunia saat ini telah mencapai lebih dari 6 miliar, dimana di
antara jumlah tersebut, 80 persen tinggal di negara-negara berkembang.
Sementara itu, United Nations (2001) memproyeksikan bahwa penduduk
perkotaan di negara-negara berkembang terus meningkat dengan rata-rata
pertumbuhan 2,4 persen per tahun. Angka ini merupakan dua kali lipat
angka pertumbuhan penduduk total negaranegara berkembang pada umumnya,
yakni sekitar 1,2 persen. Meski penduduk perkotaan di negara-negara maju
juga meningkat dengan angka pertumbuhan yang lebih besar daripada angka
pertumbuhan penduduk totalnya, dan juga angka urbanisasinya jauh lebih
besar daripada negara-negara berkembang, pertumbuhan perkotaan di
negaranegara berkembang tetap lebih cepat disertai dengan meningkatnya
penduduk perkotaan secara absolut.
Sensus
Penduduk 2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk perkotaan di Indonesia
telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, dengan laju kenaikan sebesar
4,40 persen per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira
hampir 42 persen dari total jumlah penduduk. Mengikuti kecenderungan
tersebut, dewasa ini (2005) diperkirakan bahwa jumlah penduduk perkotaan
telah melampaui 100 juta jiwa, dan kini hampir setengah jumlah penduduk
Indonesia tinggal
di wilayah perkotaan. Hal ini tentu
saja berdampak sangat luas pada upaya perencanaan dan pengelolaan
pembangunan wilayah perkotaan. Meningkatnya proporsi penduduk yang
tinggal di perkotaan dapat berarti bahwa penduduk berbondong-bondong
pindah dari perdesaan ke perkotaan, atau dengan kata lain penduduk
melakukan urbanisasi. Secara demografis sumber pertumbuhan penduduk
perkotaan adalah pertambahan penduduk alamiah, yaitu jumlah orang yang
lahir dikurangi jumlah yang meninggal; migrasi penduduk khususnya dari
wilayah perdesaan (rural) ke wilayah perkotaan (urban); serta
reklasifikasi, yaitu perubahan status suatu desa (lokalitas), dari
lokalitas rural menjadi lokalitas urban, sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan
dalam Sensus oleh Badan Pusat
Statistik. Pertambahan penduduk alamiah berkontribusi sekitar sepertiga
bagian sedangkan migrasi dan reklasifikasi memberikan andil dua per tiga
kepada kenaikan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia, dalam kurun
1990-1995. Dengan kata lain migrasi sesungguhnya masih merupakan faktor
utama dalam penduduk perkotaan di Indonesia.
Kegiatan
industri dan jasa di kota-kota tersebut yang semakin berorientasi pada
perekonomian global, telah mendorong perkembangan fisik dan sosial
ekonomi kota, namun semakin
memperlemah
keterkaitannya (linkages) dengan ekonomi lokal, khususnya ekonomi
perdesaan.
Dampak yang paling nyata hanyalah
meningkatnya permintaan tenaga kerja, yang pada gilirannya sangat memacu
laju pergerakan penduduk dari desa ke kota.
Pengelolaan sampah merupakan permasalahan sosial yang tidak dapat
dihindari, terutama akibat jumlah penduduk yang kian meningkat. Pada
area studi Permukiman Penduduk Desa Sumbergedang belum terdapat
pengelolaan sampah di sumber. Hal tersebut terbukti dengan kondisi
sungai yang dipenuhi oleh sampah hasil pembuangan masyarakat. Oleh
karena itu diperlukan pengelolaan sampah di sumber, yang meliputi sistem
pewadahan dan pengumpulan sampah. Untuk menentukan sistem pewadahan dan
pengumpulan sampah yang tepat, dilakukan pengamatan dan analisa
terhadap sistem pewadahan dan pengumpulan eksisting, serta analisa
terhadap timbulan dan komposisi sampahnya. Timbulan dan komposisi sampah
didapat dengan melakukan sampling kepada 100 rumah sebanyak empat kali
perulangan. Dari hasil analisa timbulan sampah didapatkan prosentase
sampah basah sebesar 76,86%, dan sampah kering sebesar 23,14%. Desain
wadah sampah dan alat pengumpul sampah menggunakan sistem pemilahan
antara sampah basah dan sampah kering.
b. Masalah Kependudukan dalam
Pembangunan
4) Pertambahan Penduduk
Pertambahan penduduk adalah masalah
yang dapat mempengaruhi jumlah produksi limbah di lingkungan.
Pertamabahan penduduk yang begitu cepat disebabkan oleh angka kelahiran
yang tinggi dan menurunnya angka kematian secara drastis.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi telah dapat menghasilkan alat-alat kedokteran dan obat-obatan
serta peningkatan sanitasi air dan lingkungan dalam waktu yang sangat
singkat telah berhasil menurunkan angka kematian dengan menyolok. Di
seluruh dunia usaha penurunan angka kematian lebih berhasil disbanding
usaha penurunan angka kelahiran.
Di negara-negara yang sedang
berkembang seperti di Indonesia dan sebagian negara di Benua Asia,
proses penurunan angka kematian tidak diikuti oleh proses penurunan
angka kelahiran. Hampir semua negara yang sedang berkembang mengalami
hal yang sama. Pertamabahan penduduk yang disebabkan jumlah kelahiran
dikurangi jumlah kematian ini disebabkan pertambahan penduduk secara
alami.
5) Akibat Pertambahan Penduduk
c) Konsep tentang Kesejahteraan Hidup
Konsep tentang kesejahteraan hidup
mengandung segala perluasan dan pendalaman dari kempuan-kemampuan
manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat yang
mereka bentuk dengan tujuan memperoleh kemudahan dan kebahagiaan dalam
hidupnya sehari-hari. Sejarah kebudayaan manusia telah menunjukkan
betapa besar kemampuan manusia tersebut. Pikiran, akal dan rasa telah
berhasil memberikan kemudahan dan kebahagiaan dalam hidupnya dengan
pengembangan ilmu dan dapat dikuasai bagi kepentingannya. Untuk dapat
meningkatkan kesejahteraan hidup manusia dalam arti meningkatkan mutu
kehidupannya segi material dan spiritual, diperlukan berbagai kebutuhan
pokok, seperti pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, lingkungan yang
baik, lapangan kerja, perumahan dan rasa aman dan tentram. Dalam usaha
mengetahui akibat pertumbuhan penduduk terhadap kesejahteraan hidup
manusia, perlu dilihat hubungan yang ada antara pertambahan penduduk
tersebut dengan tersedianya kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan bagi
kesejahteraan hidupnya.
Memang tidak ada asumsi bahwa
kesejahteraan dalam arti pemenuhan kebutuhan materi dan fisik kehidupan
akan menjamin adanya ketentraman dan ketenangan individu atau harmoni
yang baik dalam kehidupan bermasyarakatnya. Namun segi-segi materi dan
fisik seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan
kerja dan sebagainya menentukan kondisi eksternal yang merupakan
persyaratan pokok bagi kemudahan dan kenikmatan hidup manusia. Tanpa
adanya pemenuhan persyaratan tersebut kemampuan manusia sebagai individu
dan kelompok akan mendapat halangan yang sangat besar. Dan segi-segi
kehidupan tersebut merupakan aspirasi-aspirasi dasar dari bangsa yang
sedang membangun. Penyediaan kebutuhan kehidupan material dan fisik
tersebut sangat dipengaruhi oleh pertambahan penduduk, dan demikian pula
sebaliknya.
d) Akibat Pertambahan Penduduk
terhadap Kebutuhannya
Pertamabahan penduduk di Indonesia
sebesar kira-kira 25 juta orang dari tahun 1970-1980 mengharuskan
pemerintah Indonesia menyediakan segala kebutuhan hidupnya di bidang
pangan, sandang, perumahan, pelayanan kesehatan dan pendidikan,
penyediaan lapangan kerja, rekreasi dan lain sebagainya. Beban yang
dipikul oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidup
bagi semua penduduk sungguh berat.
Pertumbuhan penduduk yang terus
menerus terjadi tanpa diimbangi oleh pertambahan produksi dan
fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk hidup dan akan menimbulkan
tekanan penduduk, yang absolut dan relatif.
Perwujudan tekanan penduduk yang
absolut ialah tidak cukupnya pangan, sandang, rumah, sekolah, pelayanan
kesehatan, penyediaan lapangan kerja, merajalelanya tuna wisma, suburnya
tuna susila, minimnya jaminan social bagi warga negara yang tidak mampu
bekerja lagi. Tekanan penduduk yang relatif berwujud sebagai korupsi,
penyelundupan, pencurian, penipuan, penyuapan, karena sukarnya mendapat
barang-barang keperluan hidup.
Dalam bukunya tentang “Population,
Resources, Envirounment, Issues in Human Ecology,” Paul R. Ehrlich
(1972) mengemukakan bahwa:
Akibat dari kekurangan bahan makanan adalah bencana
yang ditimbulkan oleh kelaparan dan malnutrisi. Puluhan orang telah
menderita karena kekurangan gizi ini. Anak yang menderita malnutrisi,
bukan hanya pertumbuhan otaknya yang terganggu. Pada tiga tahun pertama,
pertumbuhan anak akan terganggu.
Pada tahun pertamanya tersebut,
tubuh anak akan tumbuh 20% dari besar badan pada usia dewasanya, tetapi
dalam waktu yang sama 80% dari otak pada usia dewasanya akan sudah
terbentuk. Pertumbuhan otak yang cepat ini hanya mungkin jika tersedia
bahan protein yang tinggi dalam tubuh tadi. Protein ini didapatkan
kebanyakan dari telur, susu, daging, dan ikan. Jika protein ini kurang
atau tidak ada maka pertumbuhan otak akan terganggu. Dan kekurangan ini
tidak mungkin diperbaiki sesudahnya. Bahkan juga bentuk kepala akan
lebih kecil, tetapi sering rongga kepala tidak dipenuhi oleh otak.
Penelitian-penelitian di Amerika
Tengah dan Amerika Selatan telah membuktikan adanya korelasi antara
tingkat nutrisi anak dengan kemajuan pertumbuhan jasmani dan pertumbuhan
mentalnya. Dari Juni 1997 sampai 1998 Indonesia diterjang oleh krisis
moneter dan ekonomi yang parah. Merosotnya nilai rupiah sampai 80%
persen terhadap dolar Amerika telah mengakibatkan harga-harga pokok
membumbung tinggi hingga tidak terjangkau oleh daya beli rakyat.
Akibatnya terjadi kekurangan gizi yang menimpa jutaan anak balita.
Untuk memproyeksikan akibat-akibat
pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap kondisi kehidupan penduduk
tersebut telah dilaksanakan satu penelitianyang sangat unik oleh
sekelompok pemuka dunia, yang terdiri dari kira-kira 85 orang dari 35
kebangsaan.kelompok ini dikenal sebagai kelompok Roma (Club of Roma).
Kemajuan dalam pembangunan tidak
dapat dilepaskan dari masalah kependudukan, sebab sekalipun hasil
produksi secara keseluruhan bertambah mungkin penduduk secara menyeluruh
tidak akan merasakannya jika tingkat perkembangan penduduk setaraf
dengan tingkat perkembangan hasil produksi. Jika dalam keadaan demikian,
terjadilah pembagian hasil yang tidak merata sehingga timbul kemunduran
tingkat hidup pada lapisan masyarakat tertentu dan kenaikan pada yang
lain.
Pembangunan
selalu merupakan proses yang panjang. Pertumbuhan penduduk yang cepat
akan meniadakan sebagian besar hasil jerih payah pembangunan. Untuk
mengimbangi pertumbuhan penduduk yang cepat diperlukan pula pertumbuhan
ekonomi yang cepat untuk mempertahankan keadaan semula. Pertumbuhan dan
perubahan struktur dan mental perekonomian malahan harus lebih cepat
daripada pertumbuhan penduduk, apalagi kalau diperhitungkan jenis dan
kuantitas kebutuhan generasi yang akan datang.
6) Teori-Teori tentang Pertambahan
Penduduk
e) Teori Kependudukan
Thomas Robert Malthus (1964)
berpendirian bahwa:
Sebab utama timbulnya kemiskinan dan tingkat hidup
yang rendah, bukan semata karena organisasi kemasyarakatan, akan tetapi
juga oleh ketidakselarasan yang selalu ada dan di mana-mana akan ada
antara jumlah penduduk dan sandang pangan yang tersedia.
Pendapat itu dibuat berdasarkan dua
alas an utama. Alasan tersebut antara lain sebagai berikut.
1.
Manusia selalu memerlukan sandang pangan untuk hidupnya.
2.
Nafsu seksual antara dua jenis kelamin akan selalu ada dan tidak akan
berubah sifatnya.
f) Teori Fisiologi atau Alam
Teori yang menentang pendapat
Malthus yang menganggap daya reproduksi manusia merupakan suatu yang
tidak akan mengalami perubahan. Tokoh teori fisiologis adalah Sadler,
DoubLEDey, Spencer, Carrey, dan dalam abad ke XX ialah Pearl dan Gini
(N. Iskandar, 1978).
Sadler mengemukakan pendapatnya
bahwa:
Adanya
hubungan kebalikan antar daya reproduksi manusia dan jumlah penduduk.
Jika jumlah penduduk bertambah, daya reproduksi manusia akan berkurang,
sedang jika jumlah penduduk berkurang justru daya reproduksi manusia
akan bertamabah.
Selain itu DoubLEDey mengemukakan
bahwa:
Kenaikan kemakmuran akan
mengakibatkan turunnya daya reproduksi manusia. Bahaya kelaparan atau
bahaya kekurangan makan yang menyebabkan banyaknya kematian akan
menimbulkan reaksi manusia untuk bereproduksi anak yang lebih besar.
Sedangkan Spencer mengemukakan
bahwa:
Makin maju manusia mengembangkan
dirinya makin banyak energi yang diperlukan untuk kemajuan itu dan makin
kurang energy yang tersedia bagi daya reproduksinya.
g) Teori Sosial Ekonomi
Teori ini berusaha untuk
menerangkan bagaiman keadaan kemasyarakatan mempengaruhi produksi pangan
dan perkembangan penduduk. Tokoh dari teori ini adalah Nassau William
Senior, Archibad Allison, Arsene Dumont dengan teorinya mengenai
“kapilaritas social,” yakni suatu hasrat manusia untuk memperbaiki
kedudukan social-ekonominya, dan hasrat itu bersifat turun temurun.
h) Teori Transisi Demografi
Teori ini menghubungkan
perubahan-perubahan pada jumlah penduduk dengan perkembangan
social-ekonomi masyarakat. Jika suatu masyarakat berubah dari suatu
masyarakat yang mata pencahariannya di bidang pertanian ke suatu
masyarakat yang mengutamakan industrialisasi, maka jumlah serta
sifat-sifat penduduknya akan turut berubah pula.
Teori-teori di atas mencoba
menjelaskan hubungan antara pertamabahan penduduk dengan peningkatan
mutu kehidupan manusia serta masalah kepadatan penduduk yang timbul
karena kurang adanya keseimbangan antara jumlah penduduk dan
5. Pengertian Sampah
Sampah merupakan material sisa yang
tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan
konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang
ada hanya produk-produk yang tidak bergerak. Sampah dapat berada pada
setiap fase materi, yakni : padat, cair atau gas. Ketika dilepaskan
dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat
dikatakan sebagai emisi.
Emisi biasa dikaitkan dengan
polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar dating dari
aktivitas industry ( dikenal juga dengan sebutan limbah ), misalnya
pertambangan, manufaktur dan konsumsi. Hampir semua produk industry akan
menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira
mirip dengan jumlah konsumsi.
6. ciri-ciri
Sampah
Adapun
ciri-ciri sampah antara lain :
N dedaunan pohon gugur seperti kulit
pisang dan buah-buahan yang busuk
N kotoran hewan seperti kotoran ayam,
kotoran kambing, sapid an lain-lain.
7. Dampak
Negatif Dari Sampah Bagi Masyarakat
Dampak negative dari sampah
sangatlah besar dan merugikan banyak masyarakat, apabila masyarakat
membuang sampah sembarangan seperti disungai, dapat mengakibatkan sumber
penyakit.
8. Cara
Menaggulanginya
Cara
menanggulangi sampah ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh
masyarakat, antara lain :
1.
Masyarakat seharusnya tidak membuang sampah kesungai karena dapat
mengakibatkan banjir dan tidak membuang sampah dilingkungan sekitarnya.
karena dapat mengakibatkan sumber penyakit. jika perlu masyarakat dapat
memanfaatkan sampah atau barang yang tidak diperlukan lagi menjadi
barang yang lebih berguna.
2.
Sampah organic dijadikan pupuk, sedangkan sampah non organic di daur
ulang.
2.
Sampah Elektronik
Sampah elektronik adalah kumpulan barang-barang
elektronik yang sudah rusak atau tidak dipakai lagi oleh pemiliknya.
Sampah elektronik di Negara berkembang mengalami peningkatan yang dipicu
oleh penjualan produk elektronik yang sangat murah. Dalam setahunnya
tingkat kemampuan daur ulang sampah elektronik tergolong lambat di
bandingkan dengan tingkat penambahan sampah elektronik itu sendiri.
Semakin lama sampah elektronik semakin menumpuk, sehingga dimensi ruang
pembuangan sampah elektronik akan semakin besar dan akan banyak
menimbulkan bahaya bagi kehidupan.
Perubahan umur dan kemajuan teknologi
bidang elektronik memegang kontribusi yang cukup kuat dalam peningkatan
volume sampah elektronik yang dibuang. Pada kurun waktu 1997 sampai 2005
saja, rata rata jangka umur komputer di negara negara maju turun dari 6
tahun menjadi kurang dari 1 tahun. Sedangkan untuk penggunaan ponsel,
rata rata hanya dua tahun. Hal ini menyebabkan sebanyak 2 50 ton sampah
elektronik dihasilkan setiap tahunya dan memberikan masukan sebanyak 5
persen dari total limbah padat yang dihasilkan perkotaan di seluruh
dunia.
Pada awalnya, penanganan limbah elektronik ini sudah diberlakukan
dengan baik seperti dengan cara mendaur ulang. Namun karena laju volume
limbah yang tidak sebanding dengan kapasitas daur ulang, maka mulailah
limbah elektronik ini di ekspor ke negara negara berkembang dengan dalih
alih teknologi. Mereka melimpahkan permasalahan ini pada kawasan yang
mempunyai celah terhadap pengawasan dan pengelolaan lingkungan yang
lemah. Disamping itu, biaya untuk mengekspor limbah elektronik yang
lebih murah dibandingkan dengan biaya daur ulang, mendorong laju
peningkatan ekspor limbah elektronik secara berkala. Hal ini didukung
dengan adannya permintaan akan elektronik bekas dari negara negara di
Asia dan Afrika. Karena secara ekonomis, limbah elektronik ini masih
memberikan manfaat lebih. Namun, pada akhirnya, ketika manfaat dan nilai
dari limbah elektronik yang di ekspor ini sudah berakhir, maka akan
menjadi tumpukan sampah yang sudah tidak berguna lagi dan berpotensi
menimbulkan permasalahan baru pada lingkungan akhir limbah ini dibuang,
dari polusi racun yang ditimbulkanya. Hal ini akan menimbulkan
permasalahan baru di area negara yang mengimpor limbah elektronik
tersebut. Dengan kata lain, limbah elektronik tersebut hanya berpindah
tempat sementara di tempat yang baru.
N Bahaya
sampah elektronik
Jika sampah organik hanya perlu dibuang dan ditimbun karena mudah lapuk
dan bisa diuraikan senyawanya oleh bakteri maka lain halnya dengan
sampah non-organik sampah tersebut ditangani mulai dari tempat
penampungan sementara hingga ke tempat pembuangan sampah non-organik
berupa plastik, besi, kaca, dan beberapa material didaur ulang oleh
industri kecil. Sementara itu sampah elektronik berupa trafo, bohlam,
radio, TV, telepon, dan komponen pendukung lainnya, belum ada yang
menangani secara sistematis dari waktu ke waktu. Sampah yang mengandung
bahan berbahaya dan beracun bifenil yang bersifat karsinogenik itu terus
menumpuk, hingga berpotensi menggunung dan membahayakan bagi kesehatan
manusia. Sampah elektronik mengandung sekitar 1.000 material, sebagian
besar dikategorikan sebagai bahan beracun dan berbahaya (B3) karena
merupakan unsur berbahaya dan beracun seperti logam berat (merkuri,
timbal, kromiun, kadmium, arsenik, dan sebagainya.), PVC, dan brominated
flame-retardants. Selain itu keberadaan sampah elektronik juga dapat
menurunkan IQ, karena ketika dibakar, sampah yang mengandung logam berat
ini menimbulkan polusi udara (pencemaran timbal) yang sangat berbahaya.
Timbal adalah neurotoksin (racun penyerang saraf) yang bersifat
akumulatif dan merusak pertumbuhan otak. Penyerapan timbal ke dalam
darah manusia terutama melalui saluran pencernaan dan saluran napas.
Sejak lama timbal dituding sebagai penyebab turunnya angka Intellectual
Quotient
Dari sebuah riset yang dilakukan staf pengajar dan peneliti jurusan
Teknik Lingkungan ITB Bandung menunjukkan, adanya hubungan invers
(terbalik) kandungan timbal terhadap angka IQ, semakin tinggi kadar
timbal dalam darah, semakin rendah poin IQ-nya.Sedangankan penelitian
yang dilakukan oleh Muhamad Khidri Alwi, peneliti dari Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Makasar menyebutkan, setiap
kenaikan kadar timbal 10 mkgr/dl dalam darah, memicu penurunan IQ
sebesar 2,5 poin. Penurunan ini sudah dimulai ketika kadar timbal di
atas ambang batas 10 mkgr/dl.Sementara dalam jurnal Enviromental Health
Perpective, memuat penelitan yang dilakukan oleh Bruce P Lanphear, yang
memperlihatkan, bahwa IQ seorang anak malah mulai menurun saat kandungan
timbal dalam darah berkisar 2,4 ± 10 mkgr/dl. Secara pasti Lanphear
mengatakan, saat akumulasi timbal menipis kisaran 10 ± 20 mkgr/dl dan 20
± 30 mkgr/dl, maka penurunan IQ yang terjadi adalah 1,9 dan 1,1.
Maksimal penurunan poin IQ dalam riset adalah 3,9.
Jika sampah ini dibuang akan
menghasilkan lindi (cairan yang berasal dari dekomposisi sampah dan
infiltrasi air eksternal dari hujan). Cairan yang sangat konduktif ini
masuk ke dalam tanah dan menyebabkan pencemaran air tanah.
Zaman sekarang sudah tidak asing
lagi sampah-sampah dari barang-barang elektronik. dari zaman ke zaman
pasti selalu ada barang yang sudah using dan jadul. Dari situ timbul zat
B3 ( Bahan Beracun dan Berbahaya ). seperti yang kita tahu B3( Bahan
Beracun dan Berbahaya ) adalah zat beracun bagi manusia. Salah satu
contoh sampah elektronik yaitu, CD ROM.
CD-ROM
(singkatan dari Compact Disc - Read Only Memory).CD ROM adalah sebuah piringan kompak dari jenis piringan optik (optical disc) yang dapat
menyimpan data. Ukuran data yang dapat disimpan saat ini bisa mencapai
700MB atau 700 juta bita.
CD-ROM bersifat read only (hanya dapat dibaca, dan
tidak dapat ditulisi). Untuk dapat membaca isi CD-ROM, alat utama yang
diperlukan adalah CD Drive. Perkembangan CD-ROM terkini
memungkinkan CD dapat ditulisi berulang kali (Re Write / RW) yang lebih
dikenal dengan nama CD-RW.
Dari penelitian yang kami lakukan, lampu meja dari CD bekas bermanfaat
bagi masyarakat yaitu dapat digunakan sebagai alat penerangan. Selain
itu, masyarakat juga dapat membuat lapangan kerja baru atau home
industri dari hasil penelitian ini.
Dari penelitian yang telah
kami lakukan, ternyata CD bekas dapat dimanfaatkan menjadi lampu meja.
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang kami
lakukan kami mengambil kesimpulan :
1. Penggunaan lampu CD ini telah
melahirkan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
2. Mengurangi volume sampah
dilingkungan serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.
3. Lampu CD ini dapat dijadikan
sebagai hiasan kamar.
B.
SARAN
1. Berhati-hatilah dalam merangkai
lampu, usahakan alat dan bahannya dipastikan dalam kondisi baik atau
tidak membahayakan penggunanya.
2. Lebih kratiflah dalam membentuk
kerangkanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar